Cuti kemarin tidak hanya untuk menghadiri acara perkawinan adik semata. Sekali mendayung, tiga pulau terlampaui. Liburan kemaren juga membawa misi mempertemukan orang tua mantu saya, Ayah dan Ibu dari isteri saya, dengan orang tua saya di Ungaran. Soalnya selama ini mereka belum pernah bertemu sekalipun. Maksudnya, sekalian bersilaturahmi sesama besan begitu.
Nampaknya semua berjalan lancar. Keluarga dari Solo, Jakarta dan Manado bertemu semuanya di Ungaran. Hanya dari Palu dan Yogyakarta saja yang tidak datang. Dari Palu nampaknya datang belakangan setelah acara selesai.
Reuni keluarga! Itulah yang terjadi. Bahagia nampak terpancar di mata semuanya saat itu. Banyaklah cerita yang mengalir. Mulai dari menggosipkan si-ini dan si-itu. Sampai cerita-cerita masa lalu yang lucu-lucu dan juga sedih. Itulah yang terjadi di balik pesta pernikahan adik. Reuni keluarga! Bahagia dan senang rasanya.
Sejenak aku merenung. Kita berkumpul seperti ini hanya dapat terjadi karena dua hal, pertama: pernikahan, dan kedua: kematian. Beberapa tahun yang lalu ketika “Papa Tua” dan “Mama Tua” di Palu meninggal, juga terjadi reuni keluarga besar-besaran seperti ini. Namun suasananya mungkin agak sedikit berbeda dengan yang terjadi saat pesta pernikahan adikku ini. Tapi, ada juga perasaan senang terselip waktu itu, karena dapat kembali melihat dan bercengkerama dengan sanak keluarga.
Itulah manusia. Mencari jalan hidupnya sendiri-sendiri. Meninggalkan keluarga untuk membangun keluarga. Hanya dapat dipersatukan oleh pernikahan dan kematian.