Kembali ke WordPress

28 Mei 2007

Setelah sekian lama aku meninggalkan wordpress ini, aku berpikir untuk kembali lagi ke sini. Hostingan gratis yang aku maksud pada postingan sebelum ini ternyata berbuntut iklan juga setelah sekian lama di gunakan. Belum lagi mengurusi spam yang sepertinya tidak lelah juga membombardir situs ku (bukan cuma aku). Cape deh!

Untuk selanjutnya, aku kembali ngeblog di sini saja ah!

I love you wordpress!


antono[dot]web[dot]id

3 Januari 2007

Hai temans!

Saya pindah di domain baru saya antono[dot]web[dot]id. Situs saya ini dihosting secara gratis oleh byethost9[dot]com loh?


Adam Air jatuh di Sulawesi Barat

2 Januari 2007

Hingga saat ini, pesawat Adam Air yang tadi malam dilaporkan hilang telah ditemukan jatuh di daerah pegunungan Matangga sekitar 20 km dari Desa Polewali Sulawesi Barat. Dalam insiden ini, untuk sementara dinyatakan 90 orang tewas dan 12 lainnya ditemukan hidup.

Pesawat Adam Air ini sedianya terbang dari Surabaya menuju Manado sebelum akhirnya jatuh di pegunungan itu.


Lagi-lagi Studi Banding …

19 Desember 2006

Di daerah saya, anggota dewan yang terhormat tengah merencakan kegiatan studi banding ke Korea Selatan untuk melihat sistem pertanian yang katanya lebih maju di sana. Siasat basi untuk menghambur-hamburkan uang negara melalui studi banding alias jalan-jalan, “ronda-ronda”, belanja, de el el. Alih-alih, memuaskan hawa nafsu, aji mumpung, memanfaatkan kesempatan dalam kemelaratan negara yang sudah semakin terpuruk ini.

Anggota dewan yang terhormat seharusnya lebih melek untuk perkembangan dunia yang saat ini sudah semakin canggih. Atau, anggota dewan yang terhormat memang tidak berpendidikan cukup sehingga tidak mampu mengikuti kecanggihan teknologi sekarang yang sudah melambung jauh ke angkasa. Makanya, hendaknya sadar diri dululah sebelum mencalonkan diri menjadi anggota dewan yang terhormat. Eh, malah maksa untuk dipilih.

Coba saja kalau anggota dewan yang terhormat sedikit saja lebih pandai. Manfaatkan teknologi yang ada sekarang. Kecanggihan dunia teknologi informasi yang telah meminimalisir ruang dan waktu seakan tak terjangkau pendidikanmu wahai anggota dewan yang terhormat. Paman Google pun kau tak tahu. Padahal, coba tanya saja sama Paman Google, dia bisa membantu dari tempat dudukmu yang empuk. Langsung deh informasi mengenai Korea Selatan yang kau inginkan itu muncul dihadapanmu. Tak perlu menghambur-hamburkan uang rakyat untuk plesir en jalan-jalan segala. Pake sedikit dong otakmu itu. Ih!


Sebab dan akibat

12 Desember 2006

Kemarin, seorang kawan bertutur.
“Sttt … gosip nih!”
“Seorang mantan Pejabat katanya kena penyakit Leukemia”
“Hah?”
“Mantan Pejabat yang mana?”
“Itu, yang tahun kemaren”
Seseorang yang lain kemudian menimpali, “Makanya, itu akibat perbuatannya sendiri”
“Perbuatan apa maksudmu?”
“Yah, perbuatanya selama menjabat lah”
“Ah, kamu ini!”
“Iya dong, selama menjabat kan dia banyak menyengsarakan orang. Tuhan kan adil”
“Menyengsarakan bagaimana maksudmu?”
“Menyengsarakan lah. Penyimpangan-penyimpangan yang ia lakukan selama ia menjabat, langsung atau tidak langsung, telah menyengsarakan banyak orang. Baik itu staff-staff dikantornya, atau masyarakat luas di bawah kepemimpinannya”
“Ah, belum tentu juga seperti katamu itu”
“Yah, terserahlah. Kalau benar gosipmu itu, tentulah itu tidak terjadi begitu saja. Tuhan itu adil”
“Hmmm …”


Lawang Sewu

6 Desember 2006

Gedung Lawang Sewu (seribu pintu)Masih dalam rangka liburan ke Semarang kemaren. Lewat di depan Gedung Lawang Sewu, Semarang, kembali teringat kisah-kisah mistis yang sempat ditayangkan di beberapa stasiun televisi. Lawang Sewu adalah bahasa Jawa yang artinya seribu pintu. Gedung yang pada awalnya adalah kepunyaan Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij, atau Jawatan Kereta Api Pemerintah Hindia Belanda, ini terlihat megah namun samar-samar nampak tidak terawat.

Kata adikku, ada program wisata yang ditawarkan untuk menikmati penampakan mahluk gaib di Gedung Lawang Sewu. Seorang pawang khusus alam gaib akan menemani kita berwisata di dalam Gedung. Waktu berwisata ditentukan harus di atas jam 24:00. Saat itu diharapkan ada mahluk gaib yang berkeliaran untuk menjadi tontonan. Para wisatawan akan dibekali sebuah senter sebagai senjata dalam keadaan membahyakan. Ketika si mahluk gaib menyerang atau datang mendekat, nyalakanlah senter itu ke arahnya. Semoga mahluk gaib itu menghilang.

Bila dalam keadaan tertentu terjadi kesalahan, misalnya senter tidak berfungsi atau tidak dapat dinyalakan, maka seseorang yang telah dipersiapkan sebelumnya di sakelar lampu, akan segera menyalakan lampu sehingga ruangan terang benderang. Kalau juga lampu tiba-tiba tidak bisa dinyalakan karena pengaruh mahluk gaib, yah …, segera saja ucapkan doa-doa menurut kepercayaan masing-masing. Mudah-mudahan tubuh tidak dirasuki mahluk gaib tersebut.

Ada yang mau coba?


Reuni keluarga

5 Desember 2006

Cuti kemarin tidak hanya untuk menghadiri acara perkawinan adik semata. Sekali mendayung, tiga pulau terlampaui. Liburan kemaren juga membawa misi mempertemukan orang tua mantu saya, Ayah dan Ibu dari isteri saya, dengan orang tua saya di Ungaran. Soalnya selama ini mereka belum pernah bertemu sekalipun. Maksudnya, sekalian bersilaturahmi sesama besan begitu.

Nampaknya semua berjalan lancar. Keluarga dari Solo, Jakarta dan Manado bertemu semuanya di Ungaran.  Hanya dari Palu dan Yogyakarta saja yang tidak datang. Dari Palu nampaknya datang belakangan setelah acara selesai.

Reuni keluarga! Itulah yang terjadi. Bahagia nampak terpancar di mata semuanya saat itu. Banyaklah cerita yang mengalir. Mulai dari menggosipkan si-ini dan si-itu. Sampai cerita-cerita masa lalu yang lucu-lucu dan juga sedih. Itulah yang terjadi di balik pesta pernikahan adik. Reuni keluarga!  Bahagia dan senang rasanya.

Sejenak aku merenung. Kita berkumpul seperti ini hanya dapat terjadi karena dua hal, pertama: pernikahan, dan kedua: kematian. Beberapa tahun yang lalu ketika “Papa Tua” dan “Mama Tua” di Palu meninggal, juga terjadi reuni keluarga besar-besaran seperti ini. Namun suasananya mungkin agak sedikit berbeda dengan yang terjadi saat pesta pernikahan adikku ini. Tapi, ada juga perasaan senang terselip waktu itu, karena dapat kembali melihat dan bercengkerama dengan sanak keluarga.

Itulah manusia. Mencari jalan hidupnya sendiri-sendiri. Meninggalkan keluarga untuk membangun keluarga. Hanya dapat dipersatukan oleh pernikahan dan kematian.


Kembali ngantor

5 Desember 2006

Aku baru saja kembali dari liburan 2 minggu. Kembali ngantor. Ugh! Kembali berkutat dengan rutinitas.
Selama 2 minggu kemarin aku menghadiri acara pernikahan adik-ku di Semarang. Adik laki-laki nomer 2. Menikah dengan gadis Semarang. Acaranya lumayan ribet karena menggunakan adat Jawa, Jawa Tengah. Banyak ritual-ritual rumit yang harus dilalui. Mungkin pada kesempatan lain akan aku ceritakan pengalamanku selama liburan.
Hari ini aku masuk kantor, kembali menghadapi kerjaan yang gak jelas selesainya. Ugh! Bosan!


Bukit Kasih: dana miliaran rupiah tanpa pertanggung jawaban

13 September 2006

bukitkasih1Ada suatu tempat wisata yang lain di Sulawesi Utara. Tempat ini diberi nama “Bukit Kasih”. Maksud dan tujuan tempat wisata ini adalah kerukunan antar umat beragama. Oleh sebab itu di tempat ini dibangun tempat beribadah kelima agama resmi di Indonesia. Harapannya agar kelima agama ini dapat saling mengasihi dan tetap rukun di Sulawesi Utara.

Saat ini Bukit Kasih nampak tidak terawat lagi. Sampah berserakan di mana-mana, sarana dan prasarannya mulai rusak tidak terpelihara. leadertoheavenBila keadaan ini dipertanyakan, sudah barang tentu jawabannya adalah kekurangan dana operasional dan pemeliharaan, meskipun pungutan sejumlah uang untuk memasuki tempat ini masih dilakukan.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bukit Kasih dibangun oleh anggaran pemerintah propinsi yang sebenarnya tidak direncanakan sebelumnya. Semua masyarakat Sulawesi Utara pun tahu bahwa dana atau anggaran pembangunan tempat ini tidak dipertanggung jawabkan kepada siapapun, alias sesuka hati menggunakannya. Dana pembangunan yang mencapai milyaran rupiah ini dikeluarkan dengan tidak terencana dan tidak terkontrol, pun tidak ada laporan pertanggung jawaban, toh semua ini dilakukan atas dasar kasih, jadi mungkin Bapak Pejabat waktu itu mengharapkan toleransi dari semua pihak. Bukan begitu Pak?


Pantai kota: sarana rekreasi yang sangat mahal di dalam kota Manado.

4 September 2006

nikmati_pantai

Tidak banyak tempat hiburan yang ada di dalam kota Manado. Tak jarang masyarakat Manado kebingungan mencari tempat untuk berekreasi bersama keluarga. Karena Manado terletak di tepi pantai, tempat hiburan yang paling mungkin untuk dikunjungi hanyalah pantai. Beberapa tahun lalu, pantai terdekat masih dapat dikunjungi dan dinikmati oleh masyarakat Manado. Lingkungannya pun masih indah dan menyenangkan. Namun, tahun-tahun terakhir ini sejak dibangunnya area reklamasi, yang menutupi pantai terdekat, masyarakat Manado tidak lagi dapat menikmati pantai dengan leluasa. Bila datang dengan kendaraan, harus membayar sejumlah uang untuk dapat menikmati pantai. Menikmati pun harus bersusah payah menyusuri batu-batu besar timbunan reklamasi. Tanpa di sadari, resiko kecelakaan saat menikmati pantai sebenarnya merupakan harga yang sangat mahal untuk berekreasi di dalam kota Manado.