Arsip untuk 'Sulawesi Utara'Kategori

Lagi-lagi Studi Banding …

19 Desember 2006

Di daerah saya, anggota dewan yang terhormat tengah merencakan kegiatan studi banding ke Korea Selatan untuk melihat sistem pertanian yang katanya lebih maju di sana. Siasat basi untuk menghambur-hamburkan uang negara melalui studi banding alias jalan-jalan, “ronda-ronda”, belanja, de el el. Alih-alih, memuaskan hawa nafsu, aji mumpung, memanfaatkan kesempatan dalam kemelaratan negara yang sudah semakin terpuruk ini.

Anggota dewan yang terhormat seharusnya lebih melek untuk perkembangan dunia yang saat ini sudah semakin canggih. Atau, anggota dewan yang terhormat memang tidak berpendidikan cukup sehingga tidak mampu mengikuti kecanggihan teknologi sekarang yang sudah melambung jauh ke angkasa. Makanya, hendaknya sadar diri dululah sebelum mencalonkan diri menjadi anggota dewan yang terhormat. Eh, malah maksa untuk dipilih.

Coba saja kalau anggota dewan yang terhormat sedikit saja lebih pandai. Manfaatkan teknologi yang ada sekarang. Kecanggihan dunia teknologi informasi yang telah meminimalisir ruang dan waktu seakan tak terjangkau pendidikanmu wahai anggota dewan yang terhormat. Paman Google pun kau tak tahu. Padahal, coba tanya saja sama Paman Google, dia bisa membantu dari tempat dudukmu yang empuk. Langsung deh informasi mengenai Korea Selatan yang kau inginkan itu muncul dihadapanmu. Tak perlu menghambur-hamburkan uang rakyat untuk plesir en jalan-jalan segala. Pake sedikit dong otakmu itu. Ih!

Bukit Kasih: dana miliaran rupiah tanpa pertanggung jawaban

13 September 2006

bukitkasih1Ada suatu tempat wisata yang lain di Sulawesi Utara. Tempat ini diberi nama “Bukit Kasih”. Maksud dan tujuan tempat wisata ini adalah kerukunan antar umat beragama. Oleh sebab itu di tempat ini dibangun tempat beribadah kelima agama resmi di Indonesia. Harapannya agar kelima agama ini dapat saling mengasihi dan tetap rukun di Sulawesi Utara.

Saat ini Bukit Kasih nampak tidak terawat lagi. Sampah berserakan di mana-mana, sarana dan prasarannya mulai rusak tidak terpelihara. leadertoheavenBila keadaan ini dipertanyakan, sudah barang tentu jawabannya adalah kekurangan dana operasional dan pemeliharaan, meskipun pungutan sejumlah uang untuk memasuki tempat ini masih dilakukan.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bukit Kasih dibangun oleh anggaran pemerintah propinsi yang sebenarnya tidak direncanakan sebelumnya. Semua masyarakat Sulawesi Utara pun tahu bahwa dana atau anggaran pembangunan tempat ini tidak dipertanggung jawabkan kepada siapapun, alias sesuka hati menggunakannya. Dana pembangunan yang mencapai milyaran rupiah ini dikeluarkan dengan tidak terencana dan tidak terkontrol, pun tidak ada laporan pertanggung jawaban, toh semua ini dilakukan atas dasar kasih, jadi mungkin Bapak Pejabat waktu itu mengharapkan toleransi dari semua pihak. Bukan begitu Pak?

Pantai kota: sarana rekreasi yang sangat mahal di dalam kota Manado.

4 September 2006

nikmati_pantai

Tidak banyak tempat hiburan yang ada di dalam kota Manado. Tak jarang masyarakat Manado kebingungan mencari tempat untuk berekreasi bersama keluarga. Karena Manado terletak di tepi pantai, tempat hiburan yang paling mungkin untuk dikunjungi hanyalah pantai. Beberapa tahun lalu, pantai terdekat masih dapat dikunjungi dan dinikmati oleh masyarakat Manado. Lingkungannya pun masih indah dan menyenangkan. Namun, tahun-tahun terakhir ini sejak dibangunnya area reklamasi, yang menutupi pantai terdekat, masyarakat Manado tidak lagi dapat menikmati pantai dengan leluasa. Bila datang dengan kendaraan, harus membayar sejumlah uang untuk dapat menikmati pantai. Menikmati pun harus bersusah payah menyusuri batu-batu besar timbunan reklamasi. Tanpa di sadari, resiko kecelakaan saat menikmati pantai sebenarnya merupakan harga yang sangat mahal untuk berekreasi di dalam kota Manado.

Bahu Mall

30 Agustus 2006

bahumall

Manado mulai membangun beberapa pusat perbelanjaan yang ngetop dengan sebutan mol (mall). Salah satu nya adalah Bahu Mall. Di sini terdapat banyak rumah makan atau kafe yang menyediakan berbagai hidangan,

sambil menikmati pemandangan teluk Manado. makanan yang disajikan pun bervariasi. Mulai dari yang berat-berat sampai yang ringan-ringan. Bisa saja hanya sekedar minum dengan kue-kue untuk menikmati Pulau Manado Tua dari kejauhan.

Pegawai Negeri: Apel? Penting!, … Bekerja? Tidak Penting!

24 Agustus 2006

Yang saya kemukakan ini adalah fakta yang terjadi di daerahku. Saya yakin, hal ini tidak hanya terjadi di daerah ku saja, tetapi juga terjadi di seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Suatu pemahaman/perlakuan/kebiasaan buruk yang telah mendarah daging di dalam pegawai negeri.

Setiap pagi, pegawai negeri harus mengikuti apel (seperti upacara bendera, namun yang satu ini berupa prosesi penyembahan kepada pimpinan di pagi hari sebelum masuk ruangan). Acaranya diatur sedemikian rupa agar pimpinan instansi tersebut terlihat seperti dewa buncit yang selalu kekurangan makan, yang harus disembah setiap pagi, diberi makan, agar tidak marah-marah sepanjang hari itu. Pokoknya, apel pagi harus diikuti oleh semua pegawai agar prosesi penyembahan itu menjadi lengkap.

Barangsiapa terlambat apel, atau tidak mengikuti apel akan mendapat sangsi yang relatif berat. Sang dewa akan marah bila ada satu hambanya tidak ikut menyembahnya. Puih! Ada-ada saja!

Yang justru tolol, setelah apel, siapa saja boleh bebas melakukan apa yang dinginkan. Misalnya nongkrong di kantin sambil baca koran, ngegosip, terbahak-bahak sampai air liur menetes. Keluar kantor untuk berbelanja di mall. Pulang ke rumah untuk tidur sejenak. Atau aktivitas lain selain bekerja di kantor.

Setelah apel, silahkan melakukan aktivitas apa saja selain bekerja di kantor. Tidak akan ada hukuman! Sungguh! Tidak main-main!

Boleh jalan-jalan ke mall.
Boleh nongkrong di kantin.
Boleh tidur di atas meja kantor.
Boleh mengurus bisnis lain.
Boleh pulang tidur di rumah.
Boleh ngurusi anak di rumah.
Boleh ini …
Boleh itu …

Pokoknya semuanya boleh kecuali bekerja di kantor. Tidak ada hukuman atau sangsi apapun. Asyik dong?
Tapi jangan coba-coba tidak mengikuti apel. Wah … bisa gawat tuh!

Busyet!
Siapa yang bikin aturan seperti ini?
Sudah gila barangkali yang membuat aturan seperti ini?