Listrik di Manado sering padam, salah siapa? Ya, salah kamu!

2 Oktober 2007

Kira-kira sudah satu bulan ini listrik di Manado sering padam pada saat-saat yang tidak diinginkan. Saat di kantor, siang hari, sekitar 2-4 jam, antara jam 1 sampai jam 5, listrik pasti padam. Otomatis, kerjaan banyak tertunda. Jam kantor praktis efektif hanya setengah hari. Siapa yang rugi? Pekerja kah? Buruh kah? Bos kah? Organisasi kah? Yah, semuanyalah!

Kalau organisasinya profit, pasti rugi besar. Karyawan nya pada senang. Menghabiskan jam kerja tanpa kerja dan tetap dibayar. Bagaimana dengan organisasi non-profit. Yah, mirip-miriplah. Hanya beti-beti gitu alias beda-beda tipis.

Intinya, pemadaman aliran listrik besar-besaran merugikan banyak pihak. Siapa yang diuntungkan dalam hal ini? Ya, mungkin tidak ada. Semuanya rugi. Ups! maaf, ada yang diuntungkan. Pedagang generator. Sekarang di Manado banyak yang pada beli generator kecil, ukuran 950-1300 watt.

Banyak yang mendongkol. Ngomel-ngomel, nyerocos sana, nyerocos sini tidak karu-karuan. Menyalahkan PLN, menyalahkan negara, menyalahkan oknum, dan el el. Padahal tidak ada yang menginginkan aliran listrik padam, termasuk PLN sendiri. Lah, orang-orang PLN kan juga punya rumah.

Padamnya aliran listrik secara serempak dan dalam waktu yang lama pasti ada alasannya. Mau alasan itu klise atau dibuat-buat, yang penting kan alasan. Kenapa begini kenapa begitu. Iya toh?

Daripada mendongkol, lebih baik nikmati saja. Beginilah nasib hidup di negara ini. Semuanya serba terbatas. Semuanya dalam mode “pasrah”. “Nrimo” kalo orang jawa bilang. Toh kita ngedumel juga tidak membawa perubahan. Iyo toh? Toh kita ngomel sana sini, menyalahkan si ini dan si itu, juga tidak membuat perubahan. Ya sudah! Gitu aja kok repot!

Indonesia, Indonesia, … hmmpff ….

Tinggalkan Balasan