Membangun database dengan Microsoft Access: cukup ampuhkah?

28 Agustus 2007

Microsoft Access sebenarnya lebih dari cukup ampuh untuk membangun database dalam terapan bidang apa pun. Hanya saja, Microsoft Access sering dianggap terlalu mudah bagi para pakar pengembang database tingkat mahir (profesional). Lebih dari itu, mungkin ketidak mampuanya berdiri sendiri tanpa aplikasi induknya (microsoft Access itu sendiri) menjadi pembatas bagi pengguna sistem database hasil pengembangan dari Microsoft Access. Karena, pendistribusiannya tergantung dari ketersediaan aplikasi induknya. Memang itu tujuannya.

Microsoft Access merupakan aplikasi khusus untuk pengembangan database dengan tambahan fasilitas pemrograman Visual Basic. Tanpa menyentuh fasilitas ini, sistem database yang baik dapat dihasilkan dengan hanya menggunakan fungsi-fungsi dasar yang tersedia. Kemudahannya dengan klik, drag, dan drop, memungkinkan suatu sistem database dikembangkan dalam waktu relatif tidak terlalu lama. Karena penggunaanya yang terlalu mudah inilah seringkali Microsoft Access mungkin dipandang sebelah mata oleh para pengembang database tingkat lanjut.

Fungsi pemrograman Visual Basic yang tersedia dalam Microsoft Access rasanya lebih dari cukup. Banyak hal dapat dikembangkan dengan menggunakan pemrograman Visual Basic dalam Microsoft Access. Bukan hanya untuk menunjang fasilitas sistem database yang ingin dikembangkan, tetapi lebih dari itu, dapat menjangkau hingga manipulasi tampilan, dan berbagai fungsi dasar operasi komputer. Dengan menggabungkan fungsi dan fasilitas yang tersedia di dalamnya, saya pikir Microsoft Access lebih dari cukup ampuh untuk membangun database tingkat lanjut.

Bagaimana? Bukan begitukah?

4 Tanggapan ke “Membangun database dengan Microsoft Access: cukup ampuhkah?”

  1. Zulidamel Berkata

    Saya pernah mebuat aplikasi bisnis menggunakan ms Acces 97 Awalnya dianggap bagus ! namun lama-lama timbul masalah :
    * File Ms Acces sangat tidak stabil, sering terjadi error format.
    * Sulit untuk dikembangkan
    * Operasi lambat
    * Tidak dapat dipisahkan dengan aplikasi induknya.

    Selanjutnya, Migrasi ke Visual basic 6.0 dengan data Acces, namun masalah error format masih sering ditemukan. Sehingga haris sering compact dan repaire.

    Sekarang saya pilih MySQL hanya saja masih Ms Windows. Kata orang Linux lebih stabil, namun saya belum mencobanya.

  2. yoki Berkata

    Yahhhh tergantung kebutuhan dung, klo small scale munkin cucok, tapi klo large scale–meski tidak sesimple Access, MySQL lebih menjanjikan :D …hayohh sanah belajah MySQL wkakakakakakaka…kabur

  3. masjur Berkata

    yoki bener banget tuh 100 %….

  4. agus Berkata

    bisa ajarin kan broo……..
    tolong kasi tau cara buat form yg bisa langsung dikirim ke email


Tinggalkan Balasan