Ini adalah artikel yang diposting menggunakan ponsel BlackBerry. Sayangnya, saya tidak menemukan fasilitas untuk menyertakan gambar dalam artikel ini.
Namun demikian, mungkin fasilitas ini sudah cukup untuk melakukan aktivitas bloging.
batata en bacirita
Ini adalah artikel yang diposting menggunakan ponsel BlackBerry. Sayangnya, saya tidak menemukan fasilitas untuk menyertakan gambar dalam artikel ini.
Namun demikian, mungkin fasilitas ini sudah cukup untuk melakukan aktivitas bloging.
Kurang lebih 3 hari saya berkesempatan mengunjungi Tanjung Binerean, salah satu lokasi penelitian dan pelestarian maleo (Macrocephalon maleo), yang dikelola WCS-IP Sulawesi dan masyarakat lokal.
Tanjung Binerean terletak di pantai Selatan Sulawesi Utara, dekat dengan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Pantai nya panjang dan indah, dihamburi pasir lembut nan mempesona. Sungguh lukisan alam yang mengaggumkan.
Ada nelayan yang baru saja pulang melaut. Kami diberi ikan segar hasil tangkapannya semalam. Makan ikan bakar di tepi pantai ditemani angin laut sepoi-sepoi. Uenak tenan.
Berenang di Pantai Binerean merupakan sensasi yang tak terkatakan. Pasirnya halus, luas hingga jauh ke tengah laut dalam, menambah keasyikan berenang di pantai yang selama ini belum pernah saya rasakan.
“Kamu sudah mentok! Perlu sesuatu yang baru. Sesuatu yang lebih menantang”
Seorang teman menyarankan padaku suatu hari. Kami mengobrol mengenai masa depan, pekerjaan, dan kualitas hidup yang notabene semuanya klise.
Tapi mengenai pendapat satu yang di atas ini saya terus merenunginya. Tidak mudah memang untuk mengambil langkah baru yang jelas beda dari sudut manapun. Tapi, memang saat ini saya sudah mentok hanya sampai di sini saja. Tidak akan bisa naik lagi ke posisi yang lebih baik, berhubungan dengan tugas dan pekerjaan yang dikerjakan atau pun dengan pendapatan
Aku memang manusia yang banyak pertimbangan. Penuh dengan kekhawatiran ini dan itu. Satu hal yang selalu aku hindari adalah spekulasi . Tapi, kadang-kadang spekulasi bisa membawa keberuntungan dalam banyak hal. Bukan juga spekulasi membabi-buta, tetapi spekulasi yangberdasarkan logika dan timbang-menimbang. Ih, bukan spekulasi itu namanya. Ya, apalah itu, pokoknya seperti itu.
Sanggupkah aku?
Melihat desain blog teman-teman lain, saya ingin pindah lagi ke domain pribadi saya supaya bisa lebih bebas mengolah gaya tampilan blog. Tapi, mengingat kejadian tempo hari yang sangat menguras waktu dan tenaga mengurusi spam, saya jadi berpikir lagi untuk pindah.
Aduuuh! Bamana eee …!
Mengelola blog gratis di WordPress memang lebih banyak untungnya daripada ruginya. Selain tidak repot mengurusi spam, kemungkinan untuk keberlangsungannya jauh lebih besar dibanding kita menggunakan hosting berbayar, apalagi untuk saya yang kere ini. Hehehe …
Aduuuh! Bamana eee …!
Kira-kira sudah satu bulan ini listrik di Manado sering padam pada saat-saat yang tidak diinginkan. Saat di kantor, siang hari, sekitar 2-4 jam, antara jam 1 sampai jam 5, listrik pasti padam. Otomatis, kerjaan banyak tertunda. Jam kantor praktis efektif hanya setengah hari. Siapa yang rugi? Pekerja kah? Buruh kah? Bos kah? Organisasi kah? Yah, semuanyalah!
Kalau organisasinya profit, pasti rugi besar. Karyawan nya pada senang. Menghabiskan jam kerja tanpa kerja dan tetap dibayar. Bagaimana dengan organisasi non-profit. Yah, mirip-miriplah. Hanya beti-beti gitu alias beda-beda tipis.
Intinya, pemadaman aliran listrik besar-besaran merugikan banyak pihak. Siapa yang diuntungkan dalam hal ini? Ya, mungkin tidak ada. Semuanya rugi. Ups! maaf, ada yang diuntungkan. Pedagang generator. Sekarang di Manado banyak yang pada beli generator kecil, ukuran 950-1300 watt.
Banyak yang mendongkol. Ngomel-ngomel, nyerocos sana, nyerocos sini tidak karu-karuan. Menyalahkan PLN, menyalahkan negara, menyalahkan oknum, dan el el. Padahal tidak ada yang menginginkan aliran listrik padam, termasuk PLN sendiri. Lah, orang-orang PLN kan juga punya rumah.
Padamnya aliran listrik secara serempak dan dalam waktu yang lama pasti ada alasannya. Mau alasan itu klise atau dibuat-buat, yang penting kan alasan. Kenapa begini kenapa begitu. Iya toh?
Daripada mendongkol, lebih baik nikmati saja. Beginilah nasib hidup di negara ini. Semuanya serba terbatas. Semuanya dalam mode “pasrah”. “Nrimo” kalo orang jawa bilang. Toh kita ngedumel juga tidak membawa perubahan. Iyo toh? Toh kita ngomel sana sini, menyalahkan si ini dan si itu, juga tidak membuat perubahan. Ya sudah! Gitu aja kok repot!
Indonesia, Indonesia, … hmmpff ….
Akhir-akhir ini perasaan macam suntuk. Mau bikin ini, loyo. Mau bikin itu, loyo. Entah kenapa ya? Jangan-jangan kena sengatan lalat tze-tze. Ngawur!
Inginna ikut teman-teman ke Pinolosian sana. Liat lokasi baru kita untuk maleo. Sekalian foto-foto, jepret sana, jepret sini. Tapi, … Loyo juga!
Lah? Trus maunya apa?
Nintau lei!
Akhirnya byethost9[dot]com bebas iklan lagi. Hostingan gratis yang kemaren-kemaren sempat mencantolkan iklan di setiap website yang hosting padanya, kini bebas iklan. Aku pun kembali lagi ke hostingan gratis ini dengan photoblog-ku.
Boleh juga kan?
Microsoft Access sebenarnya lebih dari cukup ampuh untuk membangun database dalam terapan bidang apa pun. Hanya saja, Microsoft Access sering dianggap terlalu mudah bagi para pakar pengembang database tingkat mahir (profesional). Lebih dari itu, mungkin ketidak mampuanya berdiri sendiri tanpa aplikasi induknya (microsoft Access itu sendiri) menjadi pembatas bagi pengguna sistem database hasil pengembangan dari Microsoft Access. Karena, pendistribusiannya tergantung dari ketersediaan aplikasi induknya. Memang itu tujuannya. Baca entri selengkapnya »
Setelah sekian lama mikir-mikir, akhirnya aku memutuskan untuk kembali mengaktifkan domainku antono[dot]web[dot]id. Kali ini isinya berbeda. Photoblog!
Kenapa photoblog? Karena katanya, sebuah gambar dapat berbicara lebih dari seribu kata. Benarkah?
Sebenarnya sih, alasan utama saya hanya karena kehabisan kata-kata saja untuk menulis di blog yang harus menggunakan banyak kata-kata.
Ih! Dasar!
Sudah berapa lama ya aku menggunakan Mac dalam bekerja? Entahlah, pokoknya sejak aku mendapat warisan Apple ini dari bos-ku dulu.
Semakin lama menggunakan Mac, semakin terasa (atau semakin tersingkap ya?) kekurangan si Apple ini. Atau karena saya lahir dari rahim PC seperti hampir seluruh manusia di muka bumi ini.
Dua hal yang paling terasa menggantung dalam menggunakan Mac untuk pekerjaan saya adalah: untuk aplikasi GIS dan aplikasi database.